gagal masuk ui
Pengalamanku tes berbagai macam jenis seleksi masuk Universitas Indonesia
hari ini, tepatnya hari dimana aku selseai mengikuti rangkaian acara ospek di kampusku. pertanyaanya dimana kampusku, kampusku terletak di areal universitas indonesia, akan tetapi bukan UI. aneh... memang iyaa
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA, itulah kampus ku kalian pasti bingungkan kok namanya Jakarta tapi di UI, kan UI depok. jadi ceritanya kampusku ini merupakan bagian dari kampus universitas indonesia pada tahun 1982 hingga tahun 1998 dan pada akhirnya memisahkan diri menjadi mandiri dengan lahan dan bangunannya yang masih berlokasi di UI.
singkat cerita kau masuk sini lewat jalur undangan atau jalur prestasi, karena semasa SMA nilai ku ngga jelek-jelek banget gtu....
tapi sebenernya aku mau nya kuliah di UI, terkhusus jurusan psikologi atau ilmu komunikasi. aku mencoba banyak sekali rangkaian seleksi masuk UI.
1. SNMPTN 2019
jadi jalur snmptn atau lebih dikenal jalur undangan ini merupakan jalur yang sangat bergengsi bagi anak-anak SMA, karena kalau kamu sudah berhasil lolos di jalur ini kamu ngga perlu capek-capek lagi belajar mati-matian untuk SBMPTN yang soalnya lumayan membuat otak meringis. tapi sayangnya aku gagal karena aku tidak mengikuti saran dari guru pembimbingku untuk masuk dan mengambil jurusan di FIB aku saat itu yang tergila-gila oleh fisip mengambil ilmu kesejahteraan sosial dan antropologi sosial di UI, yang mana notabene nya sangat sulit untuk bisa masuk jurusan di FISIP UI lewat jalur prestasi kalau sekolah kamu belum memiliki banyak alumnus di sana yang masuk lewat jalur prestasi.
2. SBMPTN 2019
jalur ini adalah jalur yang sangat menengangkan bagi seantero siswa sma di nusantara, karena soal-soal nya memiliki tipe high order thinking skill, makanya anak-anak di seluruh indonesia sangat bergetar saat memikirkan nasib mereka kedepannya di sbmptn. FYI untuk sbmptn tahunku saat itu adalah tahun percobaan dan aku sudah les dari kelas 11 sma untuk bisa sbmptn, namun aku gagal juga dan itu rasanya sesak di dada. namun aku tetap bertahan dan menahan tangisku. saat itu aku memilih UI juga yaitu sastra arab dan sastra cina
3. PPKB UI 2019
PPKB ini seperti snmptn atau jalur undangan tetapi nanti kita digolongkan ke kelas paralel. yaitu kelas yang berbeda dari kelas ui pada umumnya, mengapa karena kelas ini lumayan mahal untuk biaya UKT persemesternya. tapi disaat aku mendaftar aku masih bimbang mnegingat orangtua ku yang sudah tua dan pensiun. dan iya aku gagal
4. SIMAK UI 2019
karena kecintaanku yang besar terhadap UI, aku mendaftar 6 jurusan sekaligus di sini.
1. psikologi
2. komunikasi
3. cina reguler
4. cina paralel
5. belanda paralel
6. vokasi humas UI
dan iya aku GAGAL lagi. saat aku membuka laman pengumuman aku merasa putus asa dan entah aku merasa seperti tidak percaya, aku bingung, linglung, resah, gundah dan lelah. semuanya aku korbankan untuk UI. aku sampai harus sekolah di bekasi dan aku les setiap 2 kali seminggu demi membahas soal-soal sbmptn dan aku sangat letih dan lelah sekali.
btw aku memiliki teman 5 orang ditambah aku 1 orang jadi 6 orang, 5 orang ini masuk UI semua, hanya aku yang gagal dan terpleset di PNJ. aku ngga ngerti kenapa PNJ dan harus jurusan MICE. itu sampai sekarang yang masih menjadi pertanyaan terbesarku dari sekian banyak pintu yang kukuetuk mengapa PNJ yang terbuka sangat lebar disaat UI menutup pintu nya dengan kuat untuk diriku.
dan setelah aku berkenalan dengan teman-temannya aku merasa sangat tidak cocok dan aku merasa ini bukan ranah yang kumau. rencanaya tahun depan aku akan tetap mengikuti sbmptn dan simak UI. aku benar-benar ingin berkuliah di UI entah mengapa. UI itu bagaikan sesuatu yang sangat indah dan sempurna menurutku. bagi kalian yang membaca blog ini karena gagal UI dsb jgn menangis teruslah berusaha tahu depan. dan aku yakin tiada kata terlambat untuk masuk PTN.
tadi aku diajak oleh temanku yang masuk UI untuk berfoto dengannya di landmark UI, mengunakan jaskuning PNJ dan jaskuning UI. disana aku ingin menangis tapi tidak kuasa dan aku menjadi mual sangking inginnya aku untuk bisa memakai jaket kuning kebanggaan mahasiswa indonesia itu, aku hanya bisa meratapi nasibku yang seperti ini. tapi disisi lain aku masih bisa bersyukur karena aku masih bisa dapet kampus negeri yang letaknya masih di UI, jadi sakit hatiku masih dapat terobati. banyak orang lain yang sangat mau masuk univ negeri akan tetapi tertolak dan masuk kampus yang sebenarya dia tidak ingini sama sekali. buat adek-adek kelas yang membaca tulisan ini tolong belajralah, belajarlah sepenuhnya kalian harus semangat demi universitas yang baik dan kalian mau.
hari ini, tepatnya hari dimana aku selseai mengikuti rangkaian acara ospek di kampusku. pertanyaanya dimana kampusku, kampusku terletak di areal universitas indonesia, akan tetapi bukan UI. aneh... memang iyaa
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA, itulah kampus ku kalian pasti bingungkan kok namanya Jakarta tapi di UI, kan UI depok. jadi ceritanya kampusku ini merupakan bagian dari kampus universitas indonesia pada tahun 1982 hingga tahun 1998 dan pada akhirnya memisahkan diri menjadi mandiri dengan lahan dan bangunannya yang masih berlokasi di UI.
singkat cerita kau masuk sini lewat jalur undangan atau jalur prestasi, karena semasa SMA nilai ku ngga jelek-jelek banget gtu....
tapi sebenernya aku mau nya kuliah di UI, terkhusus jurusan psikologi atau ilmu komunikasi. aku mencoba banyak sekali rangkaian seleksi masuk UI.
1. SNMPTN 2019
jadi jalur snmptn atau lebih dikenal jalur undangan ini merupakan jalur yang sangat bergengsi bagi anak-anak SMA, karena kalau kamu sudah berhasil lolos di jalur ini kamu ngga perlu capek-capek lagi belajar mati-matian untuk SBMPTN yang soalnya lumayan membuat otak meringis. tapi sayangnya aku gagal karena aku tidak mengikuti saran dari guru pembimbingku untuk masuk dan mengambil jurusan di FIB aku saat itu yang tergila-gila oleh fisip mengambil ilmu kesejahteraan sosial dan antropologi sosial di UI, yang mana notabene nya sangat sulit untuk bisa masuk jurusan di FISIP UI lewat jalur prestasi kalau sekolah kamu belum memiliki banyak alumnus di sana yang masuk lewat jalur prestasi.
2. SBMPTN 2019
jalur ini adalah jalur yang sangat menengangkan bagi seantero siswa sma di nusantara, karena soal-soal nya memiliki tipe high order thinking skill, makanya anak-anak di seluruh indonesia sangat bergetar saat memikirkan nasib mereka kedepannya di sbmptn. FYI untuk sbmptn tahunku saat itu adalah tahun percobaan dan aku sudah les dari kelas 11 sma untuk bisa sbmptn, namun aku gagal juga dan itu rasanya sesak di dada. namun aku tetap bertahan dan menahan tangisku. saat itu aku memilih UI juga yaitu sastra arab dan sastra cina
3. PPKB UI 2019
PPKB ini seperti snmptn atau jalur undangan tetapi nanti kita digolongkan ke kelas paralel. yaitu kelas yang berbeda dari kelas ui pada umumnya, mengapa karena kelas ini lumayan mahal untuk biaya UKT persemesternya. tapi disaat aku mendaftar aku masih bimbang mnegingat orangtua ku yang sudah tua dan pensiun. dan iya aku gagal
4. SIMAK UI 2019
karena kecintaanku yang besar terhadap UI, aku mendaftar 6 jurusan sekaligus di sini.
1. psikologi
2. komunikasi
3. cina reguler
4. cina paralel
5. belanda paralel
6. vokasi humas UI
dan iya aku GAGAL lagi. saat aku membuka laman pengumuman aku merasa putus asa dan entah aku merasa seperti tidak percaya, aku bingung, linglung, resah, gundah dan lelah. semuanya aku korbankan untuk UI. aku sampai harus sekolah di bekasi dan aku les setiap 2 kali seminggu demi membahas soal-soal sbmptn dan aku sangat letih dan lelah sekali.
btw aku memiliki teman 5 orang ditambah aku 1 orang jadi 6 orang, 5 orang ini masuk UI semua, hanya aku yang gagal dan terpleset di PNJ. aku ngga ngerti kenapa PNJ dan harus jurusan MICE. itu sampai sekarang yang masih menjadi pertanyaan terbesarku dari sekian banyak pintu yang kukuetuk mengapa PNJ yang terbuka sangat lebar disaat UI menutup pintu nya dengan kuat untuk diriku.
dan setelah aku berkenalan dengan teman-temannya aku merasa sangat tidak cocok dan aku merasa ini bukan ranah yang kumau. rencanaya tahun depan aku akan tetap mengikuti sbmptn dan simak UI. aku benar-benar ingin berkuliah di UI entah mengapa. UI itu bagaikan sesuatu yang sangat indah dan sempurna menurutku. bagi kalian yang membaca blog ini karena gagal UI dsb jgn menangis teruslah berusaha tahu depan. dan aku yakin tiada kata terlambat untuk masuk PTN.
tadi aku diajak oleh temanku yang masuk UI untuk berfoto dengannya di landmark UI, mengunakan jaskuning PNJ dan jaskuning UI. disana aku ingin menangis tapi tidak kuasa dan aku menjadi mual sangking inginnya aku untuk bisa memakai jaket kuning kebanggaan mahasiswa indonesia itu, aku hanya bisa meratapi nasibku yang seperti ini. tapi disisi lain aku masih bisa bersyukur karena aku masih bisa dapet kampus negeri yang letaknya masih di UI, jadi sakit hatiku masih dapat terobati. banyak orang lain yang sangat mau masuk univ negeri akan tetapi tertolak dan masuk kampus yang sebenarya dia tidak ingini sama sekali. buat adek-adek kelas yang membaca tulisan ini tolong belajralah, belajarlah sepenuhnya kalian harus semangat demi universitas yang baik dan kalian mau.
itu foto diriku bersama temanku, karena kampus kami satu tempat maka aku memutuskan untuk berjumpa dan berfoto bersama di UI

anjayyy udh jadi nih nan blognya.... wkwkkwkwk
BalasHapus